SURAT CINTA
Kutulis surat ini
Kala hujan gerimis
Bagai bunyi tambur mainan
anak-anak peri dunia yang ghaib
dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti
aku cinta padamu!
Kutulis surat ini
Kala langit menangis
dan dua ekor belibis
bercintaan dalam
Kolam bagai dua anak nakal
jenaka dan manis
mengibaskan ekor,
serta menggetarkan bulu-bulunya.
Wahai, dik Narti,
Kupinang kau menjadi istriku!
Kaki-kaki cinta yang tegas
bagai logam berat gemerlapan
menembus ke muka
dan tak kan kunjung diundurkan
...
(Empat Kumpulan Sajak)