Rabu, 29 Mei 2013

Tentang Puisi

SURAT CINTA Kutulis surat ini Kala hujan gerimis Bagai bunyi tambur mainan anak-anak peri dunia yang ghaib dan angin mendesah mengeluh dan mendesah, Wahai, dik Narti aku cinta padamu! Kutulis surat ini Kala langit menangis dan dua ekor belibis bercintaan dalam Kolam bagai dua anak nakal jenaka dan manis mengibaskan ekor, serta menggetarkan bulu-bulunya. Wahai, dik Narti, Kupinang kau menjadi istriku! Kaki-kaki cinta yang tegas bagai logam berat gemerlapan menembus ke muka dan tak kan kunjung diundurkan ... (Empat Kumpulan Sajak)